Ibadah perlu ikhlas, ikut sunnah

Posted: 23 April 2013 in Persoalan Agama
Tags: , , , ,

Oleh: Ustaz Zahazan Mohamed

Bagaimana cara untuk menjadikan semua yang dilakukan adalah ibadat dan bagaimana kita boleh mengetahui ibadat diterima Allah atau tidak. Harap ustaz boleh bantu.

Ibadah ialah istilah yang mencakupi semua yang disukai oleh Allah SWT. Justeru, mengerjakan semua perkara yang diperintahkan oleh Allah adalah ibadah. Menghindari semua larangan yang ditetapkan oleh Allah juga adalah ibadah. Manakala adat kebiasaan seperti makan, minum dan berpakaian yang tidak bertentangan dengan syariat boleh jadi ibadah jika dilakukan untuk mentaati perintah Allah SWT. Ibadah yang benar sekiranya ia dilakukan dengan ikhlas untuk Allah sesuai dengan aturan-Nya, di samping memasukkan unsur tunduk dan merendah kepada Allah disertai dengan seluruh kecintaan kepada-Nya. Allah SWT berfirman: “Tetapi orang yang beriman lebih cinta kepada Allah.” (Surah al-Baqarah, ayat 165).

Menundukkan ciptaan-Nya

Ibadah adalah tujuan Allah menciptakan manusia dan mengatur rasul untuk tujuan itu. Firman Allah SWT: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Surah az-Zariyat, ayat 56).

Firman-Nya lagi: “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thagut itu, maka di antaranya umat itu ada orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang telah pasti kesesatannya.” (Surah an-Nahl, ayat 36).

Jika saja Allah telah menundukkan apa yang ada di bumi mahupun di langit untuk manusia, maka perkara itu dimaksudkan supaya manusia menundukkan semua itu dalam usaha taat kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman: “Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan) mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin.” (Surah Luqman, ayat 20)

Ada dua syarat diterimanya sesuatu ibadat. Pertama, ikhlas kerana Allah sehingga tidak ada disembah selain Allah, tidak ada yang dituju selain Allah. Allah SWT berfirman: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan solat dan menunaikan zakat dan yang demikian inilah agama yang lurus.” (Surah al-Bayyinah, ayat 5)

Mengikut sunnah

Kedua, mengikut sunnah Rasulullah SAW, ertinya, menyembah Allah mestilah berdasarkan ajaran yang disampaikan Rasulullah SAW. Allah SWT berfirman: “Katakanlah: Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, nescaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” (Surah Ali-Imran, ayat 31)

Contohnya, jika seseorang menunaikan solat Maghrib empat rakaat, maka solatnya tidak sah kerana menyalahi ajaran Rasulullah SAW. Justeru, ia mesti melaksanakannya dengan tiga rakaat seperti ditunjuk dan diajarkan oleh Baginda SAW. Rasulullah SAW bersabda: “Sesiapa yang membuat ibadat sendiri (yang memang tidak diajarkan) dalam agama kita, maka ia tertolak.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s